
Tips berbusana bagi wanita
1. Gunakan blus berbahan katun dan tidak tembus pandang, berwarna
terang atau putih.
2. Gunakan Blazer berwana gelap dan polos seperti hitam atau biru atau
coklat, pas dibadan.
3. Rok maksimal 5 cm diatas lutut, tidak terlalu ketat. Untuk celana
jangan menggunakan bahan jins, berbahan cutbrai ekstrim.
4. Sepatu berwarna hitam atau gelap, model klasik, bertumit runcing dan
nyaman saat digunakan.
5. Rambut rapi dan bersih, tidak berminyak, dan apabila di cat tidak
menggunakan warna-warna highlight (warna menyolok).
6. Hindari penggunaan make up berlebihan dan terlalu tebal. Lipstik
menggunakan warna natural disesuaikan dengan warna pakaian.
7. Tidak
menggunakan Parfum yang berlebihan. Tidak memiliki bau badan dan bau
mulut.
8. Hindari penggunaan aksesori berlebihan, dan menggunakan anting
terlalu banyak dan besar. Jangan menggunakan perhiasan terlalu
berlebihan.
Tips berbusana menghadapi wawancara kerja bagi wanita
Aturan dasar dalam menyusun surat lamaran via post.

Berikut ini adalah beberapa tips sederhana yang dapat diterapkan pada saat menyusun surat lamaran.
Sertakan Resume.
Sertakan resume yang baik pada saat mengirimkan surat lamaran
Pergunakan ukuran kertas standar.
Biasanya ukuran standar adalah ukuran kuarto (letter).
Pergunakan kertas warna putih.
Jangan gunakan kertas berwarna, karena akan mengurangi kesan profesional.
Pergunakan kertas dengan kualitas standar.
Kertas yang biasa digunakan untuk surat menyurat di kantor sudah cukup, kecuali untuk posisi tertentu dapat memakai kualitas yang lebih baik seperti kertas Concorde bermotif maskulin.
Pergunakan tinta hitam.
Penggunaan warna tinta selain hitam akan menghilangkan kesan formal, dan bahkan dianggap tidak sesuai dengan kaidah dan etika surat-menyurat resmi. Anda tidak ingin dianggap hanya sekedar iseng melamar bukan?
Cukup satu halaman.
Buatlah secara singkat dan padat. Hindari surat lamaran yang panjang dan bertele-tele.
Tunjukkan Rasa Percaya Diri.
Tunjukkan bahwa kita punya cukup rasa percaya diri, tetap jangan sampai terlihat arogan.
Kaidah berbahasa.
Pergunakan kata-kata yang sopan dan wajar dan sesuai dengan kaidah bahasa. Jika ditulis dalam Bahasa Indonesia, harus sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Jika ditulis dalam bahasa Inggris, perhatikan Grammar dan ejaannya.
Mudah dipahami.
Hindari menggunakan istilah-istilah yang tidak biasa atau sulit dimengerti oleh orang lain. Asumsikan bahwa pembaca surat lamaran kita adalah orang awam, sehingga sedapat mungkin gunakan istilah-istilah yang umum dipakai saja.
Cek kembali.
Setelah anda selesai menulis surat lamaran, disarankan untuk membaca dengan teliti beberapa kali. Bacalah dengan perlahan-lahan keseluruhan isi surat. Temukan kesalahan yang umum terjadi, seperti kesalahan penulisan, ejaan, penggunaan kata yang sama secara berulang-ulang, atau istilah yang kurang tepat.
Sebuah kesalahan kecil dalam surat lamaran akan berakibat turunnya kredibilitas kita di mata pihak yang membacanya, karena menunjukkan bahwa kita tidak teliti dan kurang profesional.
Hati-Hati Menuliskan Hal-Hal Berikut Dalam Resume

Dalam membuat
resume pelamar perlu berhati-hati dalam mencantumkan atau menuliskan
hal-hal sebagai berikut:
Riwayat Gaji
Riwayat gaji adalah gaji yang pernah diterima dan yang
diharapkan. Dalam hal pencantuman jumlah gaji yang diterima dan yang
diharapkan, pelamar harus sangat berhati-hati dalam memutuskan perlu
tidaknya mencantumkan hal tersebut dalam resume. Untuk itu pelamar
dituntut kejeliannya dalam melihat iklan lowongan kerja atau
informasi tentang lowongan kerja tersebut. Pada lowongan kerja yang
sudah mencantumkan dengan jelas berapa gaji yang akan diterima
pertahun atau per bulan, sebaiknya pelamar tidak perlu membuat
riwayat gaji dalam resume yang dibuatnya. Hal itu tentu saja akan
sangat berbeda jika di dalam iklan memang mengharuskan pelamar untuk
mencantumkan riwayat gaji dan besarnya gaji yang diharapkan.
Referensi
Dalam hal pencantuman nama orang yang akan
dijadikan referensi, pelamar harus benar-benar yakin bahwa orang
tersebut benar-benar mengetahui diri si pelamar dan memiliki pengaruh
positif bagi perusahaan yang dilamar. Artinya pelamar tidak boleh
asal menyebutkan nama orang sebagai referensi seperti mantan
atasan atau dosen. Daripada memaksakan diri untuk menyebut nama-
nama orang sebagai referensi, pelamar cukup menuliskan: "Referensi:
akan diberikan jika diminta".
Dokumen Pendukung
Meskipun tidak ada keharusan bagi
pelamar untuk menyertakan dokumen atau bukti-bukti tentang hal-hal
yang dituliskan dalam resume, seperti ijazah, transkrip nilai,
sertifikat atau penghargaan, dll, namun mengingat kondisi di
Indonesia maka sebaiknya pelamar menyertakan dokumen pendukung
tersebut dalam bentuk photocopy. Hal ini penting untuk meyakinkan
pembaca bahwa anda benar-benar menulis resume berdasarkan fakta yang
ada.
Ingat: "Jangan
sampai dokumen pendukung tersebut menjadi terlalu banyak". Untuk itu
anda harus menyeleksi/mensortir dokumen mana yang paling pantas dan
relevan untuk dilampirkan.
Contoh: Jika anda pernah mengikuti kursus
komputer beberapa kali, tidak perlu semua sertifikat dari setiap
kursus tersebut anda lampirkan, tetapi cukup salah satu yang paling
tinggi tingkatannya.
Informasi Pribadi
Pelamar sebaiknya berhati-hati menuliskan hal-hal
yang bersifat pribadi. Beberapa hal yang umumnya boleh dituliskan
adalah status perkawinan, jumlah anak, kepemilikan kendaraan,
kesediaan untuk di relokasi atau melakukan travelling ke luar kota /
luar negeri. Di luar hal-hal tersebut pelamar harus benar-benar yakin
bahwa informasi pribadi yang ditulisnya akan relevan dengan pekerjaan
yang dilamar, jika tidak sebaiknya jangan menulis informasi pribadi
tersebut.
Para pembaca yang budiman, apapun pilihan karir anda pastikan untuk
membuat resume atau pun CV secara maksimal. Bila memang anda merasa
belum yakin dengan apa yang telah anda buat selama ini, cobalah buat
sekali lagi dan bila perlu minta orang lain untuk menilai resume atau
CV anda tersebut. Selamat mencoba! Semoga anda cepat memperoleh
pekerjaan yang diinginkan.
Sopankah Menanyakan Hasil Wawancara?
Panggilan wawancara kerja merupakan saat yang paling menyenangkan bagi
pencari kerja. Karena panggilan tersebut merupakan langkah awal untuk
meniti pekerjaan yang diidamkan. Tak heran jika test wawancara atau
test interview menimbulkan banyak harapan di dalam diri pencari kerja.
Bayangan mendapatkan pekerjaan yang bagus, gaji yang cukup dan
teman-teman kerja yang menyenangkan seakan sudah di pelupuk mata.
Tetapi seringkali terjadi harapan tinggallah harapan, panggilan
selanjutnya ternyata hanya tinggal penantian dan impian. Dering telepon
atau surat panggilan selanjutnya, tak kunjung tiba. Anda pun jadi
penasaran dan diliputi berbagai pertanyaan, apakah akan ada panggilan
lagi atau memang hasil wawancara Anda tidak diproses. Tak jarang
harapan yang tadinya berkobar mendadak padam.
Memang, pada beberapa perusahaan memerlukan waktu yang agak lama bahkan
ada yang membutuhkan waktu sampai satu bulan untuk memproses kelanjutan
test wawancara. Nah, kalau Anda menghadapi situasi demikian, agar tidak
penasaran, Anda dapat menanyakan kepastian kepada perusahaan tersebut
melalui telepon. Anda dapat bertanya setelah melewati waktu dua minggu
dari waktu wawancara. Tanyakan langsung pada divisi HRD atau orang yang
mewawancarai Anda.
Jangan merasa ragu dan takut untuk menanyakan hal ini, karena bertanya
merupakan hak Anda. Lagi pula, menanyakan kepastian kabar dan
kelanjutan proses lamaran Anda dalam waktu dua minggu atau lebih
setelah wawancara adalah hal yang etis dan cukup sopan. Perusahaan pun
pasti maklum atas pertanyaan Anda. Untuk itu usai wawancara, ada
baiknya Anda menanyakan siapa dan nomor telepon yang dapat dihubungi
untuk menanyakan hasil wawancara Anda.
Jika pihak perusahaan menjawab bahwa hasil test Anda tersimpan dalam database
dan sewaktu-waktu diperlukan Anda akan dipanggil lagi, berarti jawaban
sesungguhnya lamaran Anda tidak diproses lebih lanjut. Jawaban seperti
itu biasanya merupakan penolakan secara halus setidaknya untuk saat
itu. Bisa jadi, suatu saat jika ada kualifikasi yang cocok, Anda akan
dipanggil lagi. Namun dengan jawaban seperti itu Anda jangan lantas
terus menanti tanpa berusaha lagi. Buatlah lamaran lain
sebanyak-banyaknya.
Sebaliknya kalau jawaban perusahaan memberi kepastian, misalnya,"Anda
memang memenuhi kualifikasi kami dan dengan pertanyaan Anda, kami
sekaligus memanggil Anda pada tanggal...", berarti kemungkinan besar
Anda akan diterima. Mungkin saat itu pihak perusahaan belum sempat
menghubungi Anda lebih lanjut dikarenakan adanya kepentingan lain.
Hidup ini memang penuh dengan kemungkinan. Untuk itu Anda jangan
berhenti berusaha untuk mendapatkan kemungkinan yang terbaik. Sehingga
kemungkinan itu akan menjelma menjadi suatu 'kepastian' yang
menggembirakan
sumber
TIps berbusana menghadapi wawancara kerja bagi pria

Tips Berbusana Untuk Pria
1. Gunakan Hem berwana putih atau biru, polos dan berlengan panjang. Baju dimasukan, rapi dan tidak lecek. Lengan jangan dilipat, hindarkan menggunakan hem menggunakan corak yang terang dan mencolok
2. Gunakan dasi polos atau bermotif garis atau kotak-kotak, sesuaikan pula dengan warna baju dan celana, terikat rapi, tidak longgar dan panjangnya sedikit melewati dasi
3. Rambut rapi, berwarna hitam, tidak dicat, panjang rambut belakang tidak melebihi kerah, dan panjang poni tidak menutupi mata.
4. Gunakan celana berwarna gelap seperti hitam, abu-abu, coklat. Rapi, ukurannya pas dan warna celana diusahakan lebih gelap dari pakaian.
5. Menggunakan ikat pinggang polos, berwana gelap dan berbahan kulit atau setara kulit.
6. Sepatu fantofel bermodel klasik berwarna hitam, telah disemir dan bersih, dan menggunakan kaus kaki berwana hitam
7. Wajah tercukur bersih, tidak berminyak, tidak berjambang, dan jangan makan permen karet saat wawancara.
8. Hindari menggunakan Parfum berlebihan. Tidak memiliki bau badan, dan bau mulut. Tidak menggunakan anting-anting.
9. Hindari penggunaan cincin selain cincin perkawinan. Kuku-kuku tangan bersih dan pendek.
Tips Membuat Surat Lamaran Kerja

Berikut ini adalah beberapa tips sederhana yang dapat diterapkan pada saat menyusun surat lamaran.
Sertakan Resume
Sertakan resume yang baik pada saat mengirimkan surat lamaran
Pergunakan ukuran kertas standar
Biasanya ukuran standar adalah ukuran kuarto (letter).
Pergunakan kertas warna putih
Jangan gunakan kertas berwarna, karena akan mengurangi kesan profesional.
Pergunakan kertas dengan kualitas standar
Kertas yang biasa digunakan untuk surat menyurat di kantor sudah cukup, kecuali untuk posisi tertentu dapat memakai kualitas yang lebih baik seperti kertas Concorde bermotif maskulin.
Pergunakan tinta hitam
Penggunaan warna tinta selain hitam akan menghilangkan kesan formal, dan bahkan dianggap tidak sesuai dengan kaidah dan etika surat-menyurat resmi. Anda tidak ingin dianggap hanya sekedar iseng melamar bukan?
Cukup satu halaman
Buatlah secara singkat dan padat. Hindari surat lamaran yang panjang dan bertele-tele.
Tunjukkan Rasa Percaya Diri
Tunjukkan bahwa kita punya cukup rasa percaya diri, tetap jangan sampai terlihat arogan.
Kaidah berbahasa
Pergunakan kata-kata yang sopan dan wajar dan sesuai dengan kaidah bahasa. Jika ditulis dalam Bahasa Indonesia, harus sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Jika ditulis dalam bahasa Inggris, perhatikan Grammar dan ejaannya.
Mudah dipahami
Hindari menggunakan istilah-istilah yang tidak biasa atau sulit dimengerti oleh orang lain. Asumsikan bahwa pembaca surat lamaran kita adalah orang awam, sehingga sedapat mungkin gunakan istilah-istilah yang umum dipakai saja.
Cek kembali
Setelah anda selesai menulis surat lamaran, disarankan untuk membaca dengan teliti beberapa kali. Bacalah dengan perlahan-lahan keseluruhan isi surat. Temukan kesalahan yang umum terjadi, seperti kesalahan penulisan, ejaan, penggunaan kata yang sama secara berulang-ulang, atau istilah yang kurang tepat.
Sebuah kesalahan kecil dalam surat lamaran akan berakibat turunnya kredibilitas kita di mata pihak yang membacanya, karena menunjukkan bahwa kita tidak teliti dan kurang profesional.
